Restocking Ikan Di Perairan Umum Danau Maninjau

Ditulis Oleh : Jonata | Pada : 12 Oct,2017 18:19:12

Editor : Sang Rajo

Dibaca : 3210 kali

Danau Maninjau

Kabupaten Agam merupakan daerah penghasil ikan terbesar di Sumatera Barat, termasuk juga jenis ikan lokal. Bahkan ikan-ikan tersebut bernilai ekonomi tinggi. Karena itu budidaya ikan lokal menjadi salah satu keharusan agar populasinya tetap terjaga.

"Selain melakukan budidaya, kami juga merestocking sejumlah ikan lokal di beberapa perairan, seperti di Danau Maninjau. Di sana dilakukan restocking  ikan nilem dan tawes. Ini bertujuan untuk menjaga pelestarian ikan lokal tersebut, yang kini mulai terancam punah,” kata Kepala Bidang Uji Terap Teknik dan Kerjasama Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi, Carlos Lisbon Sirait, didampingi Kepala Balai Budidaya Air Tawar Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Jambi, Ir. Ahmad Jauhari Pamungkas, di Muko-Muko, Kecamatan Tanjung Raya, Kamis (12/10).

Ditambahkan Ir. Ahmad Jauhari Pamungkas, restocking ikan di perairan umum Danau Maninjau telah mencapai 900.000 ekor. Restocking yang dilakukan Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi sampai dengan saat ini untuk daerah Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat ditargetkan sebanyak 1 juta ekor, dan saat ini baru mencapai 900.000 ekor, yang dimulai pada Jumat (07/07) sampai Kamis (12/10).

"Ke-900.000 ekor ikan ini terdiri dari jenis Ikan Nilem sebanyak 700.000 ekor, dan Tawes 200.000 ekor," katanya pula.

Ia menjelaskan, penebaran ikan di Danau Maninjau tidak dilakukan sekaligus, tetapi secara bertahap dalam enam kali penebaran. Hal ini dilakukan karena jarak dan waktu tempuh pengiriman ikan dari Sukabumi ke Danau Maninjau cukup jauh, dan memakan waktu sekitar 18 jam. Pengiriman ikan dalam jumlah yang lebih kecil akan terkelola lebih baik, sehingga keselamatan dan kesehatan ikan dapat terjamin sampai sebelum penebaran di Danau maninjau.

Selain itu, restocking juga dilakukan di daerah lainnya seperti, Waduk Gajah Mungkur Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah sebanyak 150 ribu ekor, Waduk Wadaslintang Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah sebanyak 150 ribu ekor, Waduk gununggrowo Kabupaten Pati Jawa Tengah sebanyak 250 ribu ekor, Situ dan Sungai di Kabupaten Pangandaran Jawa Barat sebanyak 350 ribu ekor.

Lalu, Waduk Sermo Kabupaten Kulonprogo DI Yogyakarta sebanyak 450 ribu ekor, Situ Kabupaten Tanggerang Banten sebanyak 100 ribu ekor, Waduk Cengklik Kabupaten Boyolali Jawa Tengah sebanyak 300 ribu ekor, dan Kemudian DAS Baturaden Kabupaten Bayumas Jawa Tengah sebanyak 100 ribu ekor.

"Jadi keseluruhan restocking yang dilakukan di sembilan daerah mencapai 2.670.000 ekor ikan berbagai jenis," katanya  menjelaskan.

Pada umumnya perairan umum dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian, sebagai sumber  air untuk kehidupan rumah tangga, transportasi, pariwisata, perikanan (penangkapan dan budidaya), serta sebagai plasma nutfah perairan.

Pemanfaatan perairan umum yang berlebihan dapat menurunkan keseimbangan ekosistem perairan. Untuk memulihkannya, pemerintah melalui kementerian kelautan dan perikanan, menggulirkan program restocking yaitu, dengan melakukan penebaran ikan yang tujuannya antara lain untuk, meningkatkan stock populasi ikan atau sumber daya ikan diperairan umum dalam rangka mengelolaan sumber daya perikanan, melalui pengendalian dan pemanfaatan yang berpedoman pada kaidah-kaidah pelestarian sumberdaya hayati perairan.

Lalu, meningkatkan produksi ikan di perairan umum, melestarikan keanekaragaman sumberdaya ikan diperairan umum, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat/nelayan di sekitar periaran, melalui peningkatan pendapatan dari sektor perikanan, dan kesempatan kerja tambahan dari sektor perikanan.

Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi adalah salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jendral Perikana Budidaya (DJP). Setiap tahunnya selalu melakukan kegiatan restocking ikan ke berbagai daerah. Target restocking Direktorat Jendral Perikanan Budidaya tahun anggaran 2017 sebanyak 21.739.409 ekor yang dilaksanakan oleh 13 UPT di bawahnya. 

(jon/AMC)
 

Komentar