Penjualan Daging Barantam Selama H-1 Lebaran Mencapai 11,1 Miliar

14 Jun,2018 14:45:16

Editor : Sang Rajo

Dibaca : 426 kali

Sedikitnya Rp11,1 miliar perputaran uang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat dalam transaksi sapi dan kerbau untuk dikonsumsi dalam memeriahkan Idul Fitri 1439 Hijriyah.

"Jumlah tersebut dengan harga sapi berkisar antara Rp20 juta sampai Rp25 juta per ekor, dengan harga daging perkilogram sekitar Rp120 ribu sampai Rp130 ribu perkilogram," kata Kasi Kesmavet Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Iswan Hendri saat dihubungi via ponsel, Kamis (14/6).

Laporan yang masuk ke Pemkab Agam, menurutnya, total sapi atau kerbau yang dipotong masyarakat pada H-1 jelang Lebaran adalah sebanyak 466 ekor. Dengan rincian, 134 ekor di Kecamatan Lubuk Basung, 87 ekor di Tanjung Mutiara, 85 ekor di Ampek Nagari, 104 ekor di Palembayan, 20 ekor di Tanjung Raya, 14 ekor Matur, 11 ekor Malalak dan 11 ekor Palupuh.

Sapi atau kerbau tersebut dibeli masyarakat secara berkelompok, baik jamaah masjid atau kelompok warga. Di Agam, dikenal dengan istilah "barantam" atau "babantai". Sapinya dibeli bersama, nanti dipotong dengan bergotong royong dan dagingnya dibagi. Di beberapa daerah, bahkan warga yang tak mampu juga dibagi daging," katanya.

Secara terpisah, Bupati Agam melalui Kabag Humas Helton, mengatakan tradisi babantai atau barantam membuktikan Kabupaten Agam mandiri protein. 

"Ini menunjukkan bahwa tidak ada masyarakat Agam khususnya yang "indak takacok di nan anyia" setiap tahunnya, malahan kegiatan mambantai digadang-gadangkan," jelas Helton mengulangi ejaan Bupati Agam disaat menghadiri perhelatan barantam waktu itu.

Helton berharap, agar budaya salingka nagari ini terus dilestarikan dan dipertahankan untuk anak cucu nantinya sebagai bentuk proteksi budaya yg ditinggalkan, sehingga kekeluargaan dan silahturahim dapat terjalin berkelanjutan.

"Semoga masyarakat bersama ninik mamak menjaga tradisi nenek moyang, yang sudah menjadi tradisi secara turun temurun," ujarnya berharap. (IF/AMC)

Komentar