Pengelolaan Keuangan Pada Delapan Nagari di Agam Dinilai

Ditulis Oleh : Andri Padrianto | Pada : 12 Nov,2017 10:48:14

Editor : Sang Rajo

Dibaca : 274 kali

Ilustrasi

Pemerintah Kabupaten Agam, menurunkan tim untuk menilai delapan nagari yang ada di daerah itu, tentang pengelolaan keuangan nagari pada 2017. Ini dilakukan guna memastikan kesesuaian atas pengelolaan keuangan nagari dengan fakta, dan data di lapangan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) Agam, Rahmad Lasmono, Minggu (12/11) mengungkapkan, penilaian itu dilakukan tiga tahap.  Tahap pertama dilakukan di Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur, dan Nagari Batu Kambiang, Kecamatan Ampek Nagari, Senin (13/11). Tahap ke dua di Nagari Sungai Pua, Kecamatan Sungai Pua, Nagari Koto Baru, Kecamatan Baso, Nagari Magek, Kecamatan Kamang Magek, pada Selasa (14/11).

Selanjutnya, tahap ke-tiga Rabu (15/11), di Nagari Tabek Sarojo, Kecamatan IV Koto, Nagari Batu Taba, Kecamatan Ampek Angkek, dan Nagari Tabek Panjang, Kecamatan Baso. Tim penilai berjumlah 13 orang, berasal dari DPMN Agam, PWI Agam, Inspektorat Agam, Badan Keuangan Daerah Agam, dan Bappeda Agam.

Delapan nagari yang dinilai itu, merupakan nagari yang memiliki nilai tertinggi dari hasil penilai yang dilakukan tingkat kecamatan beberapa hari lalu.

Dengan demikian, dikatakan Rahmad, delapan nagari itu kembali dilakukan penilaian, setelah itu tim menghitung kembali skor dari delapan nagari tersebut, dan skor akan dituangkan dalam berita acara hasil penghitungan skor nagari. 

“Bagi nagari yang memiliki nilai tertinggi, akan diusulkan pada Pemprov Sumbar, untuk dilakukan penilaian tingkat provinsi. Menurut rencana Ttim Sumbar bakal melakukan penilaian ke Agam pada pertengahan November 2017,” ujarnya.

Penilaian ini tidak saja menilai nagari yang terbaik, dan transparan dalam pengelolaan keuangan, tetapi ujungnya berdampak pada pimpinan daerah. Karena pada Hari Pers Nasional (HPN) 2018, kepala daerah yang paling baik melaksanakan pengelolaan keuangan nagari akan diberikan penghargaan, sebagai kepala daerah yang berhasil dalam melaksanakan transparansi keuangan.

“Ini perlu dikawal, sehingga nanti Agam bisa berprestasi di tingkat provinsi, tetapi yang lebih diutamakan bagaimana pengelolaan keuangan nagari di Kabupaten Agam menjadi lebih baik lagi ke depannya,” ujarnya pula. (Tam/AMC)

Komentar