Ninik Mamak Akan Berfungsi Jika Mempunyai Gelar Kebesaran Kaum yang Diwarisinya

15 Apr,2018 12:44:57

Editor : Sang Rajo

Dibaca : 163 kali

Agam, AMC - Bupati Agam H. Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah mengatakan, seseorang tidak dapat berfungsi sebagai ninik mamak dalam masyarakat adat, seandainya dalam kaum keluarga sendiri tidak mempunyai gelar kebesaran kaum yang diwarisinya.

Hal itu dikatakannya saat menghadiri Seminar Adat Nagari Batu Taba, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Sabtu (14/4).

"Penghulu terpilih karena tinggi tampak jauah gadang tampak dakek, pandangnyo leba alamnyo laweh, tinggi dek dianjuang gadang dek diamba, yang pengangkatannya atas persetujuan bersama untuk menjadi pemimpin.

Dikatakan bupati, peran ninik mamak ditengah masyarakat sebagai pemimpin informal dituntut untuk memotivasi anak kemenakan dalam berbagai kegiatan pelaksanaan pembangunan fisik maupun non fisik. Bukan hanya sekedar memerintah, tetapi benar-benar dituntut dalam segala kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya di tengah masyarakat.

Ninik mamak merupakan orang yang mempunyai budi yang dalam, tingkah laku yang baik dan tutur kata yang sopan, sehingga menjadi panutan dan dambaan bagi anak kemenakan. "Manimbang sama berat, membagi sama banyak artinya meletakkan sesuatu pada tempatnya," ujarnya.

"Jabatan ninik mamak sebagai pemegang sako secara turun temurun menurut garis keturunan ibu dalam sistem matrilineal," ujarnya pula.

Ssehingga, keberadaannya lebih jauh terlihat bak pepatah, "Bak baringin di tangah koto, ureknyo tampek baselo, batangnyo tampek basanda, dahanyo tampek bagantuang, daunnya tampek bataduah kahujanan, tampek balinduang kapanehan, nan didahulukan salangkah ditinggikan sarantiang, kapai tampek batanyo, kapulang tampek babarito. (Hari/AMC)

Komentar