Nelayan Tiku Dapat Modal Usaha Rp.3 Miliar

Ditulis Oleh : Fitra Hinandes | Pada : 07 Dec,2017 16:15:55

Editor : Harmen Chaniago

Dibaca : 500 kali

Kepala Devisi Keuangan dan Pengelolaan Resiko LPMUKP, Kartika Rini, saat menandatangani akad kredit
dengan Dirut PT. BPR Mutiara Pesisir Sri Mulyani, didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan H.Isman Imran

Pemerintah Pusat, melalui Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP), memberikan dana bergulir Rp 3 miliar untuk peningkatan kapasitas permodalan usaha mikro kecil dan menengah di sektor kelautan dan perikanan bagi masyarakat pesisir Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam.

Hal itu ditandai dengan penandatanganan akad kredit antara LPMUKP dengan PT. BPR Mutiara Pesisir, Kamis (7/12), di Jorong Durian Kapeh, Tiku. Turut disaksikan Bupati Agam, diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan Isman Imran. Kegiatan tersebut juga dalam rangka Gebyar Tabungan PT. BPR Mutiara Pesisir ke-11 tahun 2017. 

Kepala Devisi Keuangan dan Pengelolaan Resiko LPMUKP, Kartika Rini, mengatakan LPMUKP memiliki tugas utama untuk memberikan layanan pinjaman atau pembiayaan dana bergulir yang berpendampingan, kepada pelaku UMKM sektor kelautan dan perikanan. Dia mengatakan, lebih dari 85 persen pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan merupakan pelaku usaha skala mikro dan kecil.

"Upaya pendampingan kami harapkan mampu memitigasi risiko, yang terkadang sering dianggap berisiko tinggi oleh kalangan perbankan. Semoga para nelayan bisa memanfaatkan dana ini dengan sebaiknya," ujar Kartika.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Isman Imran berharap, dengan adanya penyaluran kredit usaha di sektor kelautan dan perikanan tersebut, bisa memberikan solusi bagi keterbatasan modal yang dihadapi pelaku usaha perikanan di pesisir pantai Tiku Kabupaten Agam.

"Semoga bantuan ini benar-benar dirasakan dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya bagi 2.500 nelayan kita, sekaligus juga berpeluang bagi pelaku usaha perikanan yang berada di luar Kecamatan Tanjung Mutiara," ujar Isman Imran.

Mantan Kepala Bappeda itu juga meminta, selain penguatan modal, penyediaan sarana prasana yang memada,i khususnya penyediaan pelabuhan perikanan sangat menentukan peningkatan ekonomi masyarakat nelayan. 

Sementara itu, Direktur PT. BPR Mutiara Pesisir, Sri Mulyani, mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, yang telah mempercayai Bank BPR sebagai pemegang modal. 

"Bank BPR adalah milik masyarakat Tiku dan sekitarnya, dan tumbuh dan berkembangnya BPR tentu juga didukung oleh masyarakat Tiku khususnya, Kabupaten Agam umunya," katanya.

Ia menyebutkan, total asset Bank BPR sampai akhir Oktober 2017 sebesar Rp20,3 miliar. Sementara, kredit yang disalurkan dalam bentuk modal kerja, investasi dan konsumtif berjumlah Rp9,8 miliar, dengan jumlah nasabah sebanyak 17.500.

Terkait bantuan modal tersebut, Bagindo (50), salah seorang nelayan di Tiku, menyatakan pihaknya sangat bersyukur bisa mendapatkan bantuan permodalan bergulir, yang diberikan pemerintah untuk menambah peningkatan usaha pengolahan ikan yang ia miliki.

"Selama ini kita terkendala pada modal yang sangat minim, namun saat ini sudah ada modal dan kami akan secepatnya menggunakan dana bergulir ini," ijarnya.

Pada kesempatan itu juga digelar doorprize dengan hadiah utama Motor Honda Merk Scoopy terbaru, dan puluhan hadidah lainnya. (IF/AMC)


 

Komentar