Ikan Gabus Mulai Langka, Pemkab Agam Bakal Lakukan Penangkaran

Ditulis Oleh : Andri Padrianto | Pada : 22 Oct,2017 17:00:58

Editor : Sang Rajo

Dibaca : 8920 kali

Ikan Gabus

Pemerintah Kabupaten Agam, melalui Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP), bakal melakukan penangkaran ikan gabus (rutiang/kiuang), guna mengantisipasi kepunahan ikan tersebut.
 
Menurut Kepala DPKP Agam, Ermanto, S.Pi, M.Si, ketika dihubungi via posnselnya, Minggu (22/10) mengatakan, penangkaran ikan tersebut akan dilakukan pada tahun anggaran 2018.
 
“Ikan gabus mulai langka, sedangkan permintaan pasar kian meningkat. Untuk mengatasi hal itu, kami mengambil keputusan untuk mengatasi kepunahan dengan cara melakukan penangkaran bagi ikan tersebut,” ujarnya.
 
Ia menjelaskan, harga ikan gabus saat ini semakin tinggi di pasaran. Bukan hanya di pasaran Agam saja, tetapi juga di luar Sumatera, seperi di Kalimantan, pedagang pengecer di pasar tradisional mematok sampai Rp90.000/Kg.
 
Sedangkan di pasar tradisional di kawasan Agam barat, harga ikan gabus, bervariasi. mulai dari Rp40.000 sampai Rp50.000/Kg. Namun stok pedagang terbatas.
 
Menurutnya, ikan gabus diyakini memiliki khasiat untuk mempercepat penyembuhan luka, termasuk luka operasi. Makanya, banyak warga berminat untuk mengkonsumsi ikan gabus tersebut.
 
Bahkan mereka berebut dengan perajin pempek, yang kini mulai marak di Agam. Perajin pempek menjadikan ikan gabus sebagai bahan pembuat makanan khas Palembang itu.
 
Untuk budidaya ikan gabus belum pernah dilakukan petani di Agam. Alasannya, ikan dimaksud termasuk jenis kanibal, yang juga memakan anaknya, makanya sulit dipelihara dalam sebuah kolam, seperti halnya ikan jenis lainnya, seperti nila, majalaya, tawas, dan lainnya.
 
Bahkan, bila ditemukan seekor gabus dalam kolam warga, mereka akan berupaya secepatnya menangkap ikan kanibal tersebut. Bila tidak, dikhawatirkan ikan lainnya akan dilalap si rutiang.
 
“Kini ikan, yang dulu dianggap tidak memiliki nilai ekonomi itu, lagi naik daun. Karena ada perusahaan obat yang menjadikannya sebagai bahan baku obat luka mujarab,” ujarnya pula. (Tam/AMC)

Komentar