H-1 Jelang Lebaran, 399 Ekor Sapi Sudah Dibantai di Agam

14 Jun,2018 12:00:38

Editor : Sang Rajo

Dibaca : 998 kali

Menurut data sementara Dinas Pertanian Kabupaten Agam, mencatat sebanyak 399 ekor sapi atau kerbau dipotong secara "barantam" menjelang  Idul Fitri 1439 Hijriah. 

Barantam atau mambantai adalah, sapi atau kerbau dibeli masyarakat secara berkelompok, baik jamaah masjid atau kelompok warga. Sapinya dibeli bersama, nanti dipotong dengan bergotong royong dan dagingnya dibagi.

Saat dihubungi via ponselnya, Kamis (14/6), Kasi Kesmavet Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Iswandi Hendri, membenarkan laporan tersebut. Ia menyatakan, sebanyak 399 ekor  merupakan data sementara dan jumlahnya akan berubah-ubah sampai sore nanti.

"Hasil survey tim di lapangan menyebutkan, diprediksi akan ada jumlah tambahan karena masih ada permintaan daging dari masyarakat. Jadi, untuk saat ini kami belum bisa memastikan berapa jumlahnya. Mungkin sore nanti kita baru bisa pastikan," ujarnya menjelaskan.

Menurutnya, di Kabupaten Agam untuk tahun ini ada sekitar delapan kecamatan yang mengikuti kegiatan mambantai sistem barantam, yang sudah merupakan pesta rakyat tahunan itu. Dari jumlah itu, ada tiga kecamatan yang paling tinggi permintaan daging sapinya, yaitu Kecamatan Lubuk Basung, Tanjung Mutiara, dan Ampek Nagari.

"Untuk Kecamatan Lubuk Basung, ada 94 ekor sapi yang dipotong. Di Tanjung Mutiara, 87, dan Ampek Nagari 82 ekor," ujarnya.

Sementara itu, jumlah di lima kecamatan lainnya, adalah Palembayan 60 ekor, Tanjung Raya 19 ekor, sisanya terdapat di Kecamatan Matur, Malalak, dan Palupuh.

Ia melanjutkan, hasil pemantauan tim juga menunjukkan bahwa sapi-sapi tersebut kondisinya sehat.

"Artinya layak untuk dipotong dan dikonsumsi," ujarnya pula.

Sedangkan untuk harga, berkisar antara Rp120 ribu hingga Rp130 ribu per-kilogram. Jumlah tersebut naik Rp10 ribu dari harga biasanya, dan dinilai kenaikan tersebut masih wajar.

Ia mengakui, kenaikan terjadi sesaat karena permintaan meningkat jelang Lebaran. 

Pihaknya bersama dinas terkait telah berupaya untuk menstabilkan harga daging dengan menggelar bazar di beberapa pasar tradisional, yang diselenggarakan pada pertengahan puasa. (IF/AMC)

Komentar