Bupati Agam : Melalui Nagari Madani, Kita Wujudkan Kehidupan Beragama dan Beradat

Ditulis Oleh : Andri Padrianto | Pada : 30 Sep,2017 12:28:58

Editor : Sang Rajo

Dibaca : 11270 kali

Bupati agam saat memukul Gong tanda dilaunchingnya Gerakan Nagari Madani

Bupati Agam H. Indra Catri, Dt. Malako Nan Putiah, melaunching Gerakan Nagari Madani, di halaman kantor bupati, Sabtu (30/9). Hal tersebut merupakan suatu upaya Pemerintah Kabupaten Agam untuk mewujudkan kehidupan beragama, dan beradat pada 82 nagari di 16 kecamatan. 

Launching ditandai dengan pemukulan gong oleh bupati , didampingi Wakil Bupati Agam H. Trinda Farhan Satria Dt. Tumangguang Putiah, Kemenag Agam, Forkopimda, dan lainnya. Namun, sebelumnya dilakukan pengucapan Ikrar, dan penandatangan komitmen pelaksanaan Gerakan Nagari Madani, oleh TNI, Polri, ASN, PGRI, wali nagari, perangkat nagari, kelembangaan nagari, PKK, pemuda, mahasiswa, dan siswa.

Pada kesempatan itu bupati mengatakan, dari literatur dapat dimaknai bahwa, launching adalah meluncurkan. Tentu diharapkan apa yang diluncurkan itu dapat dikendalikan, tidak lepas begitu saja tanpa kendali. Berangkat dari data, dan fakta awal hasil asesment, maka perlu melakukan monitoring, dan evaluasi secara berkesinambungan, dan berkala, sehingga maksud untuk mewujudkan pemahaman, dan pengamalan nilai-nilai keislaman, dan nilai adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah (ABS-SBK) dapat tercapai.

"Secara sederhana, penerapan Gerakan Nagari Madani adalah upaya kita untuk lebih menggairahkan semangat Baliak Kasurau. Secara fisik atau zahir, masjid diramaikan, dan secara substantif adalah bagaimana menghidupkan kembali pendidikan surau, yang memuat olah hati, rasa, fikir, dan raga," ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk menjadi perhatian terhadap muatan dalam Gerakan Nagari Madani sebagai alat kontrol, yaitu optimalisasi pendidikan informal Al-qur'an. Peningkatan peran masjid atau surau sebagai sentra kehidupan sosial masyarakat. Pelaksanaan perlindungan atas kampung, dan masyarakat nagari. Peningkatan rasa kepedulian sosial ukhuwah islamiyah, kekeluargaan dan gotongroyong. Penerapan adat, seni budaya dan olahraga sesuai dengan filosofi adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Peningkatan peran serta lembaga, dan organisasi masyarakat. Peningkatan kesalehan individu, dan sosial.

Untuk mengawali penerapan Gerakan Nagari Madani, pemerintah telah melakukan asesment terhadap 82 nagari yang ada di Kabupaten Agam. Dengan menggunakan tujuh kriteria, dan 43 indikator yang menghasilkan lima tingkatan atau level nagari madani.

"Hasil asesment awal ini, menujukan bahwa level nagari kita masih antara level I hingga III, dengan rincian, level I sebanyak 38 nagari, level II sebanyak 28 Nagari, dan level III sebanyak 16 nagari," ujarnya pula.

Hakikat pelaksanaan Gerakan Nagari Madani, bukan pada tingginya jumlah nilai pengukuran yang didapat suatu nagari. Namun, adanya progres peningkatan nilai yang signifikan dari pelaksanaan Gerakan Nagari Madani dari waktu ke waktu. 

Untuk itu, secara berkesinambungan pemerintah daerah akan melakukan penilaian setiap tahun. Tentunya dari penilaian akan ada reward, dan punishmentnya.

Bupati menghimbau, dan mengajak semua pihak  untuk sama-sama menyukseskan pelaksanaan Gerakan Nagari Madani di Kabupaten Agam. Tentunya, sinergitas antar seluruh stakeholders, pemangku kepentingan di nagari, kecamatan dan kabupaten, cita-cita Agam yang madani dapat diwujudan.

"Semoga, dengan moment bulan Muharram ini, akan menjadi kenangan tersendiri bagi kita masyarakat Kabupaten Agam," ujar bupati berharap.

Pada kesempatan itu, Panitia Pelaksana Martias Wanto mengatakan, penyelenggaraan lounching Gerakan Nagari Madani tersebut berdasarkan Perda Kabupaten Agam Nomor 6 tahun 2016, tentang RPJMD tahun 2016, Perbup Nomor 74 tahun 2016, tentang Pedoman Pelaksanaan Gerakan Nagari Madani, DPA Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) Agam, dan DPA SKPD terkait.

"Pelaksanaan Gerakan Nagari MAdani akan diukur nantinya dengan beberapa kriteria dan indikator. Untuk memulai kegiatan itu, secara menyeluruh, terlebih dahulu diperlukan penyamaan pemahaman, dan semangat seluruh unsur lapisan masyarakat Agam, dalam mewujudkan kehidupan beragama, dan beradat dengan filosofi ABS-SBK," ujarnya.

Launching tersebut, dihadiri Wakil Bupati Agam H. Trinda Farhan satria, Dt. Tumangguang Putiah, Forkopimda Agam, pimpinan BUMN, dan BUMD, Kepala OPD serta seluruh ASN jajaran Pemkab Agam, Camat, Wali Nagari, Forkopimka, lembaga nagari, pimpinan masjid, majelis taklim se- Agam. (Tam/AMC)

Komentar